Site Loader

ASKEP HIPEREMESIS GRAVIDARUM | hadriani rahmat – And Mike Coulter is ass on social media. Hitchhiker ho. ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI BARU LAHIRmore. by yermia luthan · Download .docx). Bookmark. ASKEP HIPEREMESIS GRAVIDARUMmore. Universitas Muhammadiyah Malang (). Ners. All Departments · 1 Documents · 1 Researchers · ASKEP HIPEREMESIS GRAVIDARUM. Bookmark.

Author: Nataur Kazralkree
Country: Guinea
Language: English (Spanish)
Genre: Music
Published (Last): 10 May 2011
Pages: 360
PDF File Size: 11.43 Mb
ePub File Size: 10.84 Mb
ISBN: 464-1-90061-995-1
Downloads: 52395
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Goltiktilar

Askep Nanda,Nic,Noc Glomerulonefritis askep.

Askep Nanda,Noc,Nic Thypoid gdavidarum nanda,noc,nic thypoid. Nanda nic noc Keletihan Nanda nic noc Keletihan. Nanda nic noc Keletihan Nanda nic noc KeletihanDeskripsi lengkap. Diagnosa Nanda Nic Noc nanda nic noc buku tebal biru. Nanda Nic Noc Maternitas. Nanda Noc Nic Difteri difteri. Nanda, Noc, Nic Lengkap Keperawatan diagnostic.

Secara etiologi faktor penyebab dari hiperemesis gravidarum belu diketahui secara pasti, namun banyak faktor yang telah dikemukakan mulai dari faktor prediposisi, faktor organik, faktor psikologik, hingga faktor endokrin.

Penatalaksanaannya pun bertahap bergantung pada manifestasi klinis. Hiperemesis dianggap ringan bila bisa dirawat dirumah dan tidak memerlukan perawatan secara intensif di rumah sakit. Pemberian health education sangatlah penting supaya kondisi bravidarum maupun psikologis menjadi lebih baik. Bila terjadi dehidrasi tidak sampai berat, nutrisi dapat terpenuhi mengingat ibu hamil sangat perlu asupan nutrisi untuk dirinya maupun janinnya.

Definisi Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena pada umumnya menjadi buruk karena terjadi dehidrasi Rustam Mochtar, Mual dan muntah biasanya graviidarum pada pagi hari, tetapi dapat timbul setiap saat bahkan malam hari.

Gejala-gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Hiperemesis Gravidarum Vomitus yang merusak dalam kehamilan adalah nousea dan vomitus dalam kehamilan yang uiperemesis sedemikian luas sehingga menjadi efek sistemik, dehidrasi dan penurunan berat badan Ben-Zion, MD, Hal: Etiologi Belum diketahui secara pasti, faktor-faktor predisposisi yang dikemukakan: Primigravida, molatudatidosa, diabetes, kehamilan ganda akibat kenaikan HCG 2.

Patofisiologi Perasaan mual adalah akibat dari meningkatnya kadar estrogen yang biasa terjadi pada trimester I. Karena oksidasi lemak yang tak sempurna, terjadilah ketosis dengan tertimbunnya asam aseto-asetik, asam hidroksida butirik dan aseton darah. Muntah menyebabkan dehidrasi, sehingga caira ekstraseluler dan plasma berkurang.

Search Klpk 8 Askep Astigmatisma –

Natrium klorida darah turun. Selain itu dehidrasai dan menyebabkan hemokonsentrasi, sehingga aliran darah ke jaringan berkurang. Hal ini menyebabkan jumlah zat makanan dan oksigen ke jaringan berkuang pula tertimbunnya zat metabolik yang toksik. Disamping dehidrasi dan gangguan keseimbangan elektrolit. Disamping dehidraasi dan gangguan keseimbangan elektrolit, dapat terjadi robekan pada selaput lendir esofagus dan lambung sindroma mollary-weissdengan akibat perdarahan gastrointestinal.

Pathways Faktor alergi Faktor predisposisi Emesis gravidarum Peningkatan estrogen Penurunan pengossongan lambung Peningkatan tekanan gaster Penyesuaian Komplikasi Hiperemesis gravidarum Intake nutrisi menurun Gangguan nutrisi kebutuhan tubuh Kehilangan cairan berlebih Hipreemesis nutrisi berlebihan Dehidrasi Cairan eksta seluler dan plasma Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit hemokonsentrasi Aliran darah ke jaringan menurun Metabolisme intra sel menurun Otot lemah Kelemahan tubuh Intoleransi aktifitas Perfusi jaringan otak Penurunan kesadaran IV.

Manifestasi Klinis Batas mual dan muntah berapa banyak yang disebut Hiperemesis gravidarum tidak ada kesepakatan. Ada yang mengatakan bila lebih dari sepuluh kali muntah. Akan tetapi apabila keadaan umum grravidarum terpengaruh dianggap sebagai Hiperemesis gravidarum. Menurut berat ringannya gejala dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu: Pemeriksaan Penunjang Elektrolit darah dan urinalisis VI.

  BABA SAHIBA BY ASHFAQ AHMED PDF

Komplikasi Hiperemesis gravidarum yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi pada penderita. Dehidrasi muncul pada keadaan ini akibat kekurangan cairan yang dikonsumsi dan kehilangan cairan karena muntah. Keadaan ini menyebabkan cairan ekstraseluler dan plasma berkurang sehingga volume cairan dalam pembuluh darah berkurang dan aliran darah ke jaringan berkurang. Hal grabidarum menyebabkan jumlah zat makanan nutrisi dan oksigen yang akan diantarkan ke jaringan mengurang pula.

Askeo dari keadaan ini terhadap kesehatan ibu adalah menurunnya keadaan umum, munculnya tanda-tanda dehidrasi dalam berbagai tingkatan tergantung beratnya hiperemesis gravidumdan berat badan ibu berkurang.

Risiko dari keadaan ini terhadap ibu adalah kesehatan yang menurun dan bisa terjadi syok serta terganggunya aktivitas sehari-hari ibu. Dampak dari keadaan ini terhadap kesehatan janin adalah berkurangnya asupan nutrisi dan oksigen yang diterima janin. Risiko dari keadaan ini adalah tumbuh kembang janin akan terpengaruh. Selain dehidrasi, hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Ketidakseimbangan elektrolit muncul akibat cairan ekstraseluler dan plasma berkurang.

Natrium dan klorida darah akan turun. Kalium juga berkurang sebagai akibat dari muntah dan bertambahnya ekskresi lewat ginjal. Risiko dari keadaan ini terhadap kesehatan ibu adalah bisa munculnya gejala-gejala dari hiponatremi, hipokalemi, dan hipokloremik yang akan memperberat keadaan umum ibu. Dampak keadaan ini terhadap kesehatan janin adalah juga akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin.

Hipdremesis gravidum juga dapat mengakibatkan berkurangnya asupan energi nutrisi ke dalam tubuh ibu. Hal ini dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak dalam askwp ibu habis terpakai untuk keperluan pemenuhan kebutuhan energi jaringan. Perubahan metabolisme mulai terjadi dalam tahap ini. Karena oksidasi lemak yang tidak sempurna, maka terjadilah ketosis dengan tertimbunnya asam aseton-asetik, asam hidroksi butirik, dan aseton dalam darah. Hal ini menyebabkan jumlah zat makanan ke jaringan berkurang dan tertimbunnya zat metabolik yang toksik.

Dampak dari keadaan ini terhadap kesehatan ibu adalah kekurangan sumber energi, terjadinya metabolisme baru yang memecah sumber energi dalam jaringan, berkurangnya berat badan ibu, dan terciumnya bau aseton pada pernafasan.

Risikonya bagi ibu adalah kesehatan dan asupan nutrisi ibu terganggu. Dampak keadaan ini terhadap kesehatan janin adalah berkurangnya asupan nutrisi bagi janin. Risiko bagi janin adalah pertumbuhan dan perkembangan akan terganggu. Frekuensi muntah yang terlalu sering dapat menyebabkan terjadinya robekan pada selaput jaringan esofagus dan lambung. Keadaan ini dapat menyebabkan perdarahan gastrointestinal.

Pada umumnya robekan yang terjadi berupa robekan kecil dan ringan. Perdarahan yang muncul akibat robekan ini dapat berhenti sendiri. Keadaan ini jarang menyebabkan tindakan operatif dan tidak diperlukan transfusi. Diagnosis Secara klinis penegakan diagnosis hiperemesis gravidarum dilakukan dengan menegakkan diagnosis kehamilan terlebih dahulu amenore yang disertai dengan tanda-tanda kehamilan. Lebih lanjut pada anamnesis didapatkan adanya keluhan mual dan muntah hebat yang dapat mengganggu pekerjaan sehari-hari.

Pada pemeriksaan fisis lengkap dapat dijumpai tanda-tanda dehidrasi, kulit tampak pucat dan sianosis, penurunan berat badan, uterus yang besarnya sesuai dengan usia kehamilan dengan konsistensi lunak, dan gravidarun yang livide saat dilakukan inspeksi dengan spekulum.

Pada pemeriksaan laboratorium dapat diperoleh peningkatan relatif hemoglobin dan hematokrit, hiponatremia dan hipokalema, benda keton dalam darah, dan proteinuria. Diagnosis Banding Selain hiperemesis gravidarum, ada beberapa penyakit yang harus dipikirkan jika terjadi mual dan muntah yang berat dan persisten pada ibu hamil, yaitu: Gejalanya adalah nyeri epigastrik yang berkurang dengan makanan atau antasid dan memberat dengan alkohol, kopi, atau OAINS.

  LAURA KNIGHT JADCZYK THE SECRET HISTORY OF THE WORLD PDF

Nyeri tekan epigastrik, hematemesis, dan melena dapat ditemukan. Ikterus, warna urin gelap, dan tinja terkadang pucat juga dapat ditemui walaupun jarang. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan kadar enzim hati atau peningkatan bilirubin.

Penyebab kegagalan hiperemsis akut yang lain harus disingkirkan, misalnya keracunan parasetamol dan hepatitis virus akut. Uniknya, lokasi nyeri dapat berpindah ke atas sesuai usia kehamilan karena uterus yang semakin membesar. Nyeri dapat berupa nyeri tekan dan nyeri lepas. Dapat ditemukan tanda Bryan timbul nyeri bila uterus digeser ke kanan dan tanda Alder pasien berbaring miring ke kiri dan letak nyeri tidak berubah. Pencegahan Pencegahan terhadap Hiperemesis gravidarum diperlukan dengan jalan memberikan penerapan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologis.

Hal itu dapat dilakukan dengan cara: Memberikan keyakinan bahwa mual dan muntah merupakan gejala yang fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan berumur 4 bulan. Ibu dianjurkan untuk mengubah pola makan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil tetapi sering.

Waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurkan untuk makan roti kering arau biskuit dengan teh hangat d. Hindari makanan yang berminyak dan berbau lemak e. Makan gravidarumm dan minuman yang disajikan jangan terlalu panas atau hiperemwsis dingin f. Terapi obat-obatan Apabila dengan cara diatas keluhan dan gejala tidak berkurang maka diperlukan pengobatan – Tidak memberikan obat yang terotogen – Sedativa yang sering diberikan adalah phenobarbital – Vitamin yang sering dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6 – Antihistaminika seperti dramamine, avomine – Pada keadaan berat, aekep emetik seperti diklomin hidrokhoride atau khlorpromazine 1.

Hiperemesis gravidarum tingkatan II dan III harus dirawat inap di rumah sakit Adapun terapi dan perawatan yang gravidarim adalah sebagai berikut: Isolasi Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang, tetapi cerah dan peredaran udara baik.

Jangan terlalu banyak tamu, kalau perlu hanya perawat dan dokter saja yang boleh masuk. Catat cairan yang keluar dan masuk. Kadangkadang isolasi dapat mengurangi atau menghilangkan gejala ini tanpa pengobatan b. Terapi psikologik Berikan pengertian bahwa kehamilan adalah suatu hal yang wajar,normal dan fisiologik. Jadi tidak perlu takur dan khawatir.

Search results for: Klpk 8 Askep Astigmatisma

Yakinkan penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan dan dihilangkan masalah atu konflik yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini. Bila perlu dapat ditambah dengan kalium dan vitamin khususnya vitamin B kompleks dn vitamin C dan bila ada kekurangan protein, dapat diberikan pula asam amino esensial secara intravena. Buat dalam daftar kontrol cairan yang amsuk dan dikeluarkan. Berikan pula obat-obatan seperti yang telah disebutkan diatas.

Terminasi kehamilan Pada beberapa kasus keadaan tidak menjadi baik, bahkan mundur. Usahakan mengadakan pemeriksaan medik dan psikiatrik bila gtavidarum memburuk. Delirium, kebutaan, takikardia, ikterik, anuria, dan perdarahan merupakan manifestasi komplikasi organik. Dalam keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan.

Keputusan untuk melakukan abortus terapeutik sering sulit diambil, oleh karena disatu pihak tidak boleh dilakukan terlalu capat dan dipihal lain tidak boleh menunggu sampai terjadi irreversible pada organ vital. Diagnosa Keperawatan yang muncul 1.